Ada Kisah Romantis dan Mistis Pada Naskah Rengganis
Assalamualaikum Wr Wb
Hai sobat blogger.
Ini adalah postingan pertama saya di blog ini.
Akan kita mulai dengan perkenalan terlebih dahulu. Nama saya Dewi Hafidayanti saya kuliah di Universitas Mataram jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Blog ini ditulis oleh seorang anak manusia yang mencoba memanfaatkan waktu luangnya semasa duduk di bangku perkuliahan. Selain untuk memanfaatkan waktu luang blog ini saya tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Filologi yang di bina oleh bapak
M. SYAHRUL QODRI, MA.
Daripada ngelakuin hal-hal yang gak jelas, lebih baik buat tulisan yang gak jelas aja. *watdepakk??! Hhhhh, abaikan!
Disini saya juga masih belajar. Jadi mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan dalam artikel-artikel yang akan saya tulis nantinya. Karena tidak ada satupun hal di diri saya ini yang lebih baik daripada anda semua.
Untuk itu, marilah kita bersama-sama memperjuangkan kemer- *Wooyy salah topik woyy!!
Hahahahaa maafkan hamba sobat. Inilah akibatnya kalau seseorang menulis blog untuk yang pertama kali, tanpa disertai keimanan yang kuat. Wkwkwk
Okelah, abaikan tulisan saya yang gak jelas ini.
Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
*kamprett wkwk
Maafkan hamba sobat, saya khilaf lagi.
Semoga dengan perantara blog ini, saya dapat memberikan sedikit informasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi setiap pembacanya teutama untuk saya sendiri sebagai penulis.
Dan semoga blog ini dapat menjadi wadah bagi artikel dan postingan-postingan yang menarik untuk kedepannya.
Untuk itu, terimakasih kepada siapapun yang telah membuka blog saya apalagi berkenan membaca tulisan saya untuk kali ini.
Baik, kali ini saya akan fokus menceritakan tentang penelitian saya pada saat saya meneliti Naskah Kuno disalah satu desa yang terletak di Lombok Barat
(Nusa Tenggara Barat).
Untuk mencari dan bertemu dengan narasumber tersebut tidaklah gampang karena beliau termasuk orang yang penting yang tidak setiap saat bisa untuk ditemui. Setelah beberapa kali gagal untuk melakukan wawancara akhirnya pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 saya berhasil untuk bertemu dan melakukan wawancara dengan narasumber tersebut kurang lebih wawancara itu berlangsung selama 15 menitan dan saya meminta beliau untuk membacakan salah satu naskah kuno yang tidak sembarang orang bisa untuk membacanya.
Singkat cerita, bapak tersebut bernama bapak Muhadi beliau adalah seorang yang bergelut dalam dunia politik, beliau adalah lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram), beliau bercerita bahwa beliau dapat membaca aksara Kawi karena beliau mendapatkan mata kuliah Bahasa Kawi selama masa pendidikan di FKIP Universitas Mataram, dan hal itu terus beliau kembangkan hingga saat ini menjadi seorang Penembang.
Beliau juga bercerita bahwa naskah yang beliau pegang pada saat ini beliau dapatkan dari seseorang yang awalnya sama sekali tidak beliau kenal, orang asing itu datang bertamu ke rumah beliau lalu berkata “Seseorang menitipkannya pada saya untuk saya berikan pada bapak.” cukup membuat beliau kebingungan dan merasa aneh terhadap orang asing tersebut. Akhirnya pak Muhadi pun mencoba membaca naskah tersebut dan berusaha untuk memahaminya, ternyata naskah yang diberikan padanya adalah naskah Dewi Rengganis.
Naskah ini biasa digunakan orang sasak untuk mengobati Kebanggru’an. Pada naskah ini terkandung mantra yang bisa dijadikan Senggeger. Ohiyaa untuk sobat blogger saya yang belum mengetahui arti dari Kebanggru'an dan Senggeger saya akan mencoba untuk menjelaskan arti dari Kebanggru’an adalah kerasukan atau kesurupan. Sedangkan Senggeger merupakan pelet atau mantra-mantra yang biasanya digunakan sebagai mantra untuk melindungi diri dan mantra untuk memikat hati lawan jenis. Terkesan musrik, akan tetapi hal-hal semacam ini dipercaya oleh kebudayaan masyarakat sasak. Demikianlah yang dipaparkan oleh bapak Muhadi (narasumber).
Selain itu, bapak Muhadi menceritakan secara singkat bahwa naskah Dewi Rengganis juga memiliki bagian dalam naskah yang menceritakan kisah cinta romantis Dewi Rengganis, kemungkinan bagian tersebut adalah bagian dari mantra yang digunakan untuk memikat lawan jenis.
Akan tetapi masyarakat sasak tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, yang diketahui orang sasak tentang naskah Dewi Rengganis adalah naskah tersebut bisa berfungsi sebagai Senggeger.
Sekian dalam postingan saya kali ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua yang telah membacanya.
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati sobat semua.
Wassalamualaikum Wr Wb
Hai sobat blogger.
Ini adalah postingan pertama saya di blog ini.
Akan kita mulai dengan perkenalan terlebih dahulu. Nama saya Dewi Hafidayanti saya kuliah di Universitas Mataram jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Blog ini ditulis oleh seorang anak manusia yang mencoba memanfaatkan waktu luangnya semasa duduk di bangku perkuliahan. Selain untuk memanfaatkan waktu luang blog ini saya tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Filologi yang di bina oleh bapak
M. SYAHRUL QODRI, MA.
Daripada ngelakuin hal-hal yang gak jelas, lebih baik buat tulisan yang gak jelas aja. *watdepakk??! Hhhhh, abaikan!
Disini saya juga masih belajar. Jadi mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan dalam artikel-artikel yang akan saya tulis nantinya. Karena tidak ada satupun hal di diri saya ini yang lebih baik daripada anda semua.
Untuk itu, marilah kita bersama-sama memperjuangkan kemer- *Wooyy salah topik woyy!!
Hahahahaa maafkan hamba sobat. Inilah akibatnya kalau seseorang menulis blog untuk yang pertama kali, tanpa disertai keimanan yang kuat. Wkwkwk
Okelah, abaikan tulisan saya yang gak jelas ini.
Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
*kamprett wkwk
Maafkan hamba sobat, saya khilaf lagi.
Semoga dengan perantara blog ini, saya dapat memberikan sedikit informasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi setiap pembacanya teutama untuk saya sendiri sebagai penulis.
Dan semoga blog ini dapat menjadi wadah bagi artikel dan postingan-postingan yang menarik untuk kedepannya.
Untuk itu, terimakasih kepada siapapun yang telah membuka blog saya apalagi berkenan membaca tulisan saya untuk kali ini.
Baik, kali ini saya akan fokus menceritakan tentang penelitian saya pada saat saya meneliti Naskah Kuno disalah satu desa yang terletak di Lombok Barat
(Nusa Tenggara Barat).
Untuk mencari dan bertemu dengan narasumber tersebut tidaklah gampang karena beliau termasuk orang yang penting yang tidak setiap saat bisa untuk ditemui. Setelah beberapa kali gagal untuk melakukan wawancara akhirnya pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 saya berhasil untuk bertemu dan melakukan wawancara dengan narasumber tersebut kurang lebih wawancara itu berlangsung selama 15 menitan dan saya meminta beliau untuk membacakan salah satu naskah kuno yang tidak sembarang orang bisa untuk membacanya.
Singkat cerita, bapak tersebut bernama bapak Muhadi beliau adalah seorang yang bergelut dalam dunia politik, beliau adalah lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram), beliau bercerita bahwa beliau dapat membaca aksara Kawi karena beliau mendapatkan mata kuliah Bahasa Kawi selama masa pendidikan di FKIP Universitas Mataram, dan hal itu terus beliau kembangkan hingga saat ini menjadi seorang Penembang.
Beliau juga bercerita bahwa naskah yang beliau pegang pada saat ini beliau dapatkan dari seseorang yang awalnya sama sekali tidak beliau kenal, orang asing itu datang bertamu ke rumah beliau lalu berkata “Seseorang menitipkannya pada saya untuk saya berikan pada bapak.” cukup membuat beliau kebingungan dan merasa aneh terhadap orang asing tersebut. Akhirnya pak Muhadi pun mencoba membaca naskah tersebut dan berusaha untuk memahaminya, ternyata naskah yang diberikan padanya adalah naskah Dewi Rengganis.
Naskah ini biasa digunakan orang sasak untuk mengobati Kebanggru’an. Pada naskah ini terkandung mantra yang bisa dijadikan Senggeger. Ohiyaa untuk sobat blogger saya yang belum mengetahui arti dari Kebanggru'an dan Senggeger saya akan mencoba untuk menjelaskan arti dari Kebanggru’an adalah kerasukan atau kesurupan. Sedangkan Senggeger merupakan pelet atau mantra-mantra yang biasanya digunakan sebagai mantra untuk melindungi diri dan mantra untuk memikat hati lawan jenis. Terkesan musrik, akan tetapi hal-hal semacam ini dipercaya oleh kebudayaan masyarakat sasak. Demikianlah yang dipaparkan oleh bapak Muhadi (narasumber).
Selain itu, bapak Muhadi menceritakan secara singkat bahwa naskah Dewi Rengganis juga memiliki bagian dalam naskah yang menceritakan kisah cinta romantis Dewi Rengganis, kemungkinan bagian tersebut adalah bagian dari mantra yang digunakan untuk memikat lawan jenis.
Akan tetapi masyarakat sasak tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, yang diketahui orang sasak tentang naskah Dewi Rengganis adalah naskah tersebut bisa berfungsi sebagai Senggeger.
Naskah Rengganis
ini adalah salah satu tulisan aksara kawi kuno yang ada di kediaman bapak Muhadi
9
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati sobat semua.
Wassalamualaikum Wr Wb


Sangan bermanfaat sekali
BalasHapusSangat menarik.. Hanya saja ada beberapa tulisan perkenalan si penulis yg harus dibenahi agar membuat pembaca lebih focus ke inti cerita mengenai narasumber tersebut. Trimakasi🙂. Gambatte
BalasHapusterimakasih utk sarannya☺💪
HapusTugas kuliah ya? Cukup menarik untuk dibahas😁
BalasHapusWahh bagus ni, tapi masih bagus punya sayaaa eakk eakkkk eakkkoo
BalasHapusNaiseee
BalasHapusMakasih suka skali baca nya. Apa yg sy belum ketahui kini sy sudah paham dan mengerti. Ditunggu blog selanjut nya semangatt👍👍👍
BalasHapusAku sih yess
BalasHapusSangat menarik, saya suka yg mistis mistis
BalasHapusWaw waw waw wadidaw bermanfaat skli, ditunggu next tulisnya
BalasHapusSelamat siang, utk penulis trima kasih sy ucapkn krna telah mngangkt tema ini utk d perbincangkn k ranah public, mgkin sy adlh satu diantara sekian bnyak masyarakat asli suku sasak yg blm tau tntang kisah ini, tpi setelh anda mmprbincangkn tema ini, ini dpt mnambah wawasn sy mngenai ssuatu yg blm sy ketahui dri suku sy sndri. Namun, sebaiknya kisah ini anda ceritakn lbh mndetail lgi n lbh mndlm lgi agr dpt 'mengupas' sisi² lain dri suku sasak yg dkenal olh bnyak org.
BalasHapusSekadar masukn utk penulis: sebaiknya lbh bnyak mmbahas tntang inti dri tema dripd mmbahas mngenai perkenaln diri, atau bisa jg biografi anda sedikit d tulis singkat namun jelas.
Trima kasih utk penulis,, selalu semangat 💪💪 n maju terus dlm mencari Dan mengorek² informasi lain mengenai suku sasak.