APA ITU NYEPUT?
Assalamualaikum Wr Wb
Hallo teman-teman blogger apa kabar? semoga semua yang membaca artikel ini selalu dalam keadaan yg sehat baik jasmani dan rohani yaa😁
Di postingan kedua ini saya akan menjelaskan tentang salah satu kebudayaan yang ada di suku sasak, yaitu
" NYEPUT DALAM KEBUDAYAAN SASAK "
kali ini saya tidak melakukan wawancara sendirian, melainkan bersama teman-teman saya.
Okee gak usah pake basa basi lagi ya.
Dalam salah satu budaya karya sastra di Lombok yang berbentuk takepan atau naskah kuno, bisa dijadikan untuk melakukan tradisi nyeput. Nyeput merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan takepan yang dituliskan di daun lontar melalui syarat-syarat yang telah ditentukan dengan cara memejamkan mata, menenangkan pikiran dan memperbaiki niat lalu mengambil salah satu daun lontar yang kemudian akan dibacakan dan diartikan oleh tokoh tersebut. Dalam tradisi nyeput suku sasak kita dapat mengetahui perjalanan kehidupan kita kedepannya (bagi yang mempercayai) akan tetapi menurut saya pribadi kita tidak boleh terlalu mempercayai hal-hal semacam itu.
Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu teman saya ketika melakukan tradisi nyeput, tokoh menyiapkan air yang berisi bunga kertas lalu teman saya yang ingin mencoba melalukan tradisi tersebut diminta untuk menenangkan pikiran dan memejamkan kedua mata lalu mengambil salah satu daun lontar dari takepan dengan cara dibuka, setelah mengambil salah satu daun lontar tersebut takepan ditutup kembali agar tidak ada niatan dari teman saya untuk mengganti daun lontar yang sudah diambilnya. Setelah melakukan tradisi nyeput ia diminta untuk memasukan tangannya ke dalam wadah yang berisikan air dan bunga kertas lalu mengoleskan ke kedua mata agar penglihatan tidak buram dan tidak melihat suatu hal yang negatif atau di luar logika.
Hallo teman-teman blogger apa kabar? semoga semua yang membaca artikel ini selalu dalam keadaan yg sehat baik jasmani dan rohani yaa😁
Di postingan kedua ini saya akan menjelaskan tentang salah satu kebudayaan yang ada di suku sasak, yaitu
" NYEPUT DALAM KEBUDAYAAN SASAK "
kali ini saya tidak melakukan wawancara sendirian, melainkan bersama teman-teman saya.
Okee gak usah pake basa basi lagi ya.
Dalam salah satu budaya karya sastra di Lombok yang berbentuk takepan atau naskah kuno, bisa dijadikan untuk melakukan tradisi nyeput. Nyeput merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan takepan yang dituliskan di daun lontar melalui syarat-syarat yang telah ditentukan dengan cara memejamkan mata, menenangkan pikiran dan memperbaiki niat lalu mengambil salah satu daun lontar yang kemudian akan dibacakan dan diartikan oleh tokoh tersebut. Dalam tradisi nyeput suku sasak kita dapat mengetahui perjalanan kehidupan kita kedepannya (bagi yang mempercayai) akan tetapi menurut saya pribadi kita tidak boleh terlalu mempercayai hal-hal semacam itu.
Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu teman saya ketika melakukan tradisi nyeput, tokoh menyiapkan air yang berisi bunga kertas lalu teman saya yang ingin mencoba melalukan tradisi tersebut diminta untuk menenangkan pikiran dan memejamkan kedua mata lalu mengambil salah satu daun lontar dari takepan dengan cara dibuka, setelah mengambil salah satu daun lontar tersebut takepan ditutup kembali agar tidak ada niatan dari teman saya untuk mengganti daun lontar yang sudah diambilnya. Setelah melakukan tradisi nyeput ia diminta untuk memasukan tangannya ke dalam wadah yang berisikan air dan bunga kertas lalu mengoleskan ke kedua mata agar penglihatan tidak buram dan tidak melihat suatu hal yang negatif atau di luar logika.
Sekian dalam postingan saya kali ini.
Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua yang telah membacanya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca semua.
Wassalamualaikum Wr Wb

Woww keren banget sih ini singkat padat dan jelas.. Ditunggu next artikelnya kakak 👍
BalasHapusBermanfaat sekali kk
BalasHapusKeren kak,terimakasih karena sudah menambah wawasan saya tentang budaya lombok 💛
BalasHapusPembahasan di artikel ini bagus ,,,, Terus semangat buat artikelnya
BalasHapuspenulisan yang bagus, sukses selalu
BalasHapusWaow keren yaaa
BalasHapusbenar2 sakral naskah kuno ini yah.
BalasHapusSangat menarik pembahasannya, dapat membantu orang awam yg kurang mengenal budaya sasak . Namun bagi penulis harap diperhatikan tanda bacanya ( titik dan koma) pada artikel yg ditulis, dan penjelasannya terlalu singkat sehingga membuat pembaca tidak dapat berimajinasi lebih luas lagi terhadap budaya "nyeput" yg di tuliskan. Tetapi sangat bermanfaat.. Terimakasih❤
BalasHapusterimakasih bnyak utk sarannya, insyaAllah kedepannya bisa lebih baik lagi🙏🙏
HapusBagus Kembangkan lagi
BalasHapusBaguss banget la jutin yaaa
BalasHapusMasya allah pengalamannya sangat bermanfaat
BalasHapusHai kakak,, penulis yg cantiiikkkk,, waoow sy mndpt satu lgi nih ilmu baru tntang tradisi sy, sejujurnya sy berasal asli dr suku sasak tpi tdk mngetahui scra mndalm tradisi2 yg ad d suku sy, tetpi dgn mmbca tulisan anda ini sy jdi mndpt ilmu Bru n mmbuat sy merasa ingin mncoba tradisi "nyeput" ini😂.
BalasHapusAd sedikit kri-san utk kakak cantik, yaitu agr lbh mmprhatikn EYD dlm mmbuat krya tulis, trmasuk bhasa yg dgunakan utk mmbuka cerita jg sebaiknya mnggunakn bhasa yg Baku😀, cth: ad kata "gak usah pake", hehehe sebaiknya gunakan bhsa yg Baku,, ok kakak cantiiikkkk 😊
wah alhamdulillah sekali kalau blogg yg saya tulis ini dapat bermanfaat bagi salah satu setia pembaca blogg🤗🤗 makasih bnyak atas kritik dan saranya mbaa insyaAllah kedepannya bisa lebih baik lagi. hehe mohon permaklumannya mba saya juga baru2 belajar nulis blogg😁😁
HapusMantap jiwa sangat menarik sekali dan muda dimergerti👍ditunggu artikel selanjutnya the best
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMudah di mengerti.. 👍👍
BalasHapusmanfaat bgt, menambah wawasan nih, terimakasih telah membuat artikel yg menambah wawasan saya.
BalasHapusditunggu blog selanjutnya.. 🤗👏
BalasHapus